Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retrnowati
Metronewsntt.com, Kupang — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang terus memantau perkembangan tren berbagai jenis penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah di tengah masyarakat. Perubahan pola pelaporan dilakukan secara dinamis; apabila fluktuasi kasus menunjukkan tren signifikan, laporan disampaikan secara berkala setiap minggu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, menjelaskan bahwa pada periode bulan Oktober, dinamika cuaca dan lingkungan memicu beberapa isu kesehatan utama di wilayah Kota Kupang. Di antaranya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang meningkat akibat debu, serta kasus diare yang dipengaruhi oleh berkurangnya ketersediaan sumber air.
"Kalau perubahan signifikannya terpantau, ya tiap minggu dilaporkan. Untuk Kota Kupang pada bulan Oktober ini, ISPA dan diare menjadi perhatian, namun secara umum dalam minggu-minggu ini trennya terpantau stabil," ujar drg. Retnowati kepada media ini, Rabu (7/10/2026) siang di Kantornya.
Berdasarkan evaluasi mingguan Dinkes Kota Kupang, kasus ISPA mengalami sedikit peningkatan yang diduga kuat berkaitan dengan faktor polusi udara dan debu. Selain itu, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) seperti gigitan dari anjing dan kucing juga mencatatkan tren kenaikan yang memerlukan perhatian khusus masyarakat. Kendati demikian, kabar baik datang dari sejumlah penyakit menular lainnya, di mana kasus pneumonia atau infeksi paru menunjukkan penurunan yang tidak terlalu signifikan, sementara penyakit serupa influenza, campak yang mulai terpantau, serta kasus demam berdarah dengue (DBD) dilaporkan sudah mulai menurun.
Guna mengantisipasi dan merespons dinamika kesehatan ini secara cepat, Dinkes Kota Kupang memperkuat sejumlah langkah strategis, di antaranya melalui penguatan surveilans lapangan dengan mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan langsung di lapangan oleh petugas puskesmas agar penanganan cepat diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, instansi juga menggalakkan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk yang benar dengan menutup mulut menggunakan lengan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.
Upaya pencegahan lainnya meliputi pengejaran pemenuhan hak imunisasi dasar bagi bayi dan balita, pengoperasian pengendalian hewan peliharaan melalui kerja sama dengan sektor peternakan untuk pemberian vaksin rabies pada unggas maupun hewan peliharaan lainnya, serta memastikan ketersediaan obat-obatan, vaksin, dan bahan medis habis pakai agar senantiasa mencukupi.
Menjawab pertanyaan terkait kecukupan logistik medis, drg. Retnowati memastikan bahwa ketersediaan obat-obatan dan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan Kota Kupang dalam kondisi aman dan mencukupi untuk melayani masyarakat.
"Untuk kondisi sekarang, ketersediaan obat di fasilitas kesehatan masih sangat aman dan mencukupi selama ini," tegas Kadis Kesehatan Kota Kupang tersebut.(mnt)